Imam Musa Kadzim as

1. Aku dapatkan ilmu manusia dalam empat perkara : pertama, hendaknya dia mengenal Tuhannya, yang kedua hendaknya memahami apa yang sudah Allah berikan dan limpahkan padanya, yang ketiga, mengetahui apa yang di tuntut Tuhanmu atas dirimu, dan yang keempat, hendaknya kau mengetahui dan mengerti tentang apa yang membuatmu keluar dari agamamu.

2. Sesungguhnya Allah mempunyai dua hujjah atas sekalian manusia, yaitu hujjah yang tanpak dan hujjah yang tersembunyi, adapun hujjah yang tampak adalah para nabi dan para imam as, sedang yang tersembunyi yaitu akal.

3. Wahai Hisyam ! Sesungguhnya Luqman pernah berkata kepada anaknya : merendahlah di hadapan kebenaran, agar engkau menjadi manusia yang paling berakal Wahai anakku ! Sesungguhnya dunia ini laksana laut yang dalam dan sudah banyak yang tenggelam di dalamnya. Maka jadikanlah takwa kepada Allah sebagai perahumu. Dan iman sebagai isinya serta tawakal sebagai bahan bakarnya. Kendalinya adalah akal sedang petunjuknya adalah ilmu. Dan pengemudinya adalah kesabaran.

4. Pelajarilah agama Allah untuk kehidupan kalian. Karena ilmu yang mendalam tentang agama Allah merupakan pembuka kejelasan masalah dan merupakan penyempurna ibadah yang sekaligus akan mengangkat ke derajat yang tinggi, baik dalam urusan dunia maupun dalam urusan agamanya. Sedang perbandingan kemuliaan seorang yang alim dengan yang ahli dalam beribadah adalah laksana matahari dengan bintang. Dan barang siapa yang tidak mendalami ilmu agamanya, tidak akan dikabulkan amalannya.

5. Jadikanlah waktu kalian terbagi menjadi empat : a.) Untuk memohon kepada Allah. b.) Mencari nafkah penghidupan c.) Bergaul dengan teman-teman kepercayaanmu, yang akan memberi tahukan kekurangan-kekuranganmu secara ikhlas. d.) Menikmati karunia yang diberikan Allah, namun bukan yang haram. Maka dengan satu waktu ini engkau akan bisa mendapatkan tiga waktu lainnya.

6. Wahai Hisyam ! Seseorang belum dikatakan beriman hingga dia mempunyai harapan dan ketakutan . Dan tidak akan berharap atau takut hingga dia melaksanakan suatu amal terhadap yang diharapkannya atau yang ditakutinya.

7. Siapakah musuhmu yang harus kau waspadai ? Beliau menjawab : Yang paling dekat denganmu dan yang paling memusuhimu serta yang paling berbahaya padamu dan yang tersembunyi darimu, padahal dia sangat dekat denganmu.

8. Sesungguhnya semulia-mulia manusia yaitu yang mampu membuat dunia tidak lagi berbahaya baginya. Dan sesungguhnya harga yang layak untuk badan kalian adalah surga, maka janganlah kalian jual dengan selainnya.

9. Wahai Hisyam ! Orang yang berakal tidak akan berbicara dengan orang yang akan mendustakannya dan tidak akan meminta kepada orang yang akan menolaknya serta tidak akan berjanji pada orang atas sesuatu yang tidak di sanggupinya dan tidak akan berbuat hal-hal yang akan merusak harapannya serta tidak akan memikul hal-hal yang dia tidak sanggup memikulnya.

10. Sejahat-jahatnya seseorang adalah yang mempunyai dua wajah dan dua lisan. Yaitu yang memuji temannya saat bersamanya serta menghancurkannya saat ketiadaannya. Dan yang jika diberi sesuatu dia akan merasa iri ( hasut ) . Serta apabila diuji dia akan menipu.

11. Mukmin dengan mukmin yang lainnya laksana saudara se-ayah se-ibu, walaupun bukan anak ayahnya. Maka terlaknatlah yang suka menuduh saudaranya, terkutuklah yang menipu saudaranya dan terlaknat pula yang enggan menasehati saudaranya juga terlaknat siapa yang menggunjing saudaranya.

12. Barang siapa yang hari ini sama denga kemarin maka ia telah merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin maka ia telah celaka. Dan barang siapa yang tidak mengetahui apakah ada tambahan kebaikan untuk dirinya maka ia telah berada dalam kekurangan . Dan barang siapa yang berada dalam kekurangan maka matinya lebih baik dari pada hidupnya.

13. Barang siapa yang mengotori pikirannya dengan banyaknya angan-angan dan menghapus hikmah-hikmahnya dengan seringnya mengurus sesuatu yang bukan urusannya serta menutup cahaya ibrah-nya dengan menuruti syahwatnya, maka dia telah membantu hawa nafsunya dalam menghancurkan akalnya. Dan barang siapa yang merusak akalnya maka berarti telah merusak agama serta dunianya.

14. Setiap kali manusia berbuat dosa yang tidak pernah dilakukan oleh orang sebelumnya, maka Allah akan menurunkan bencana yang tidak mereka sangka-sangka.

15. Wahai Hisyam ! Andai yang ada ditanganmu itu biji-bijian, kemudian manusia berkata ( tentang yang di tangannya ) : Bahwa itu adalah permata, maka kata-kata itu tidak akan ada manfaatnya bagimu, sebab engkau mengetahui bahwa itu hanya biji-bijian. Dan andai yang ada di tanganmu itu permata , lalu manusia berkata itu hanya biji-bijian , maka kata-kata itu juga tidak akan bermudharat ( berakibat jelek ) padamu, sebab engkau tahu bahwa itu adalah permata.

16. Aku kabarkan kepada kalian tentang hak saudaramu, yaitu agar kau tidak menutup-nutupi suatu perkara yang bermanfaat baginya untuk urusan dunia dan akhirat.

17. Hati-hatilah dengan sifat sombong, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga barang siapa yang dalamm hatinya. Menyimpan kesombongan walau sekecil atom.

18. Wahai Hisyam ! Setiap sesuatu ada dalilnya, dan dalil seseorang yang berakal adalah tafakur sedang dalil bahwa dia tafakur yaitu diam.

19. Wahai Hisyam ! sesungguhnya Isa bin Maryam berwasiat kepada pendukungnya : Bahwa ketika kita memandang dosa itu rendah maka itu merupakan tipu daya syetan yang sengaja meremehkan dan mengecilkan dalam pandangan kita. Kemudian dosa itu akan bertumpuk-tumpuk dan mengelilingi kita serta akan membebani diri kita.

20. Sesungguhnya Allah mengharamkan surga kepada pelaku kejahatan, yang mengumbar-ngumbar kejahatannya tanpa rasa malu dan tanpa rasa peduli kepada pembicaraannya dan kepada apa yang dibicarakan tentang dirinya.

21. Wahai Hisyam ! Sesungguhnya orang yang berakal akan rela dengan sesuatu yang sedikit dari dunia asal ada hikmahnya. Namun tidak akan rela menerima sedikit dari hikmah hanya karena berebut dunia.

22. Perjuanganmu dalam melawan hawa nafsumu sama wajibnya dengan perjuanganmu melawan musuhmu.

23. Barang siapa yang menahan amarahnya terhadap manusia maka Allah tidak akan mengazabnya di hari kiamat.

24. Wahai Hisyam ! Sesungguhnya tanaman itu akan tumbuh di tanah yang subur bukan di padang sahara. Begitu juga hikmah ( kebenaran ) akan tumbuh di hati seseorang yang tawadhu ( merendah ) bukan di hati orang yang sombong.

25. Jangan kalian membujuk diri kalian sendiri dengan kefakiran dan panjang umur. Karena yang takut fakir akan menjadi kikir sedang yang berangan panjang umur akan menjadi rakus kepada dunia.

26. Wahai Hisyam ! Andai engkau merasa cukup dengan apa yang engkau dapatkan, maka rezeki sekecil apapun di dunia ini akan mencukupimu. Dan apabila engkau tidak pernah merasa cukup dengan apa yang engkau dapatkan, maka apapun yang ada di dunia ini tidak akan pernah mencukupimu.

27. Janganlah kalian banyak bercanda karena ia dapat menghapus cahaya iman kalian.

28.  Wahai Hisyam ! Sabar ketika sendirian merupakan tanda kekuatan akal. Dan barang siapa menjauhi para pencinta dunia karena ingin meraih rahmat Tuhannya, maka Allah akan menenangkannya saat dalam ketakutan dan akan menjadi sahabatnya di kala sendirian serta akan tercukupi keluarganya.

29. Barang siapa yang tidak merasa prihatin atas suatu kejahatan maka dia tidak akan mempunyai kehendak untuk berbuat baik.

30. Segala sesuatu yang engkau lihat dapat dijadikan pelajaran.

31. Wahai Hisyam ! Barang siapa yang ingin kaya tanpa harta dan terlepas hatinya dari sifat dengki serta dapat keselamatan dalam agamanya maka hendaknya merendah dan mendekat kepada Allah SWT serta meminta kepada-Nya agar menyempurnakan akalnya . Barang siapa yang berakal, maka segala sesuatu akan mencukupinya. Dan barang siapa yang merasa kecukupan maka ia telah kaya. Dan barang siapa yang tidak pernah merasa cukup dengan apa yang didapatkannya, dia tidak akan pernah merasa kaya selama-lamanay.

32. Hati-hatilah kalian dari menolak untuk memberikan sesuatu di jalan Allah, sementara kalian menginfakkan dua kali lipat lebih di jalan maksiat.

33. Wahai Hisyam ! Semua manusia melihat bintang. Tetapi yang bisa mengambil pelajaran darinya hanyalah yang mengetahui tempat peredarannya. Begitu juga banyak orang yang belajar tentang hikmah, namun yang bisa mengambil manfaatnya hanyalah yang mengamalkannya.

34. Matikanlah kerakusanmu dari semua makhluk karena kerakusan adalah kunci kehinaan.

35. Ketahuilah sesungguhnya setiap ucapan yang mengandung hikmah merupakan kepunyaan seorang mukmin yang hilang. Karena itu merupakan kewajiban bagi kalian untuk menuntutnya.

36. Sesungguhnya sejahat-jahat hamba Allah adalah yang tidak kalian senangi bersamanya karena kejahatannya.

37. Sebaik-baik sesuatu yang dapat di jadikan perantara oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Allah setelah pengetahuan tentang-Nya, adalah shalat, bakti kepada kedua oraang tua, meninggalkan rasa dengki serta ujub ( bangga pada amal sendiri ) dan sombong.

38. Wahai Hisyam ! Siapa yang benar ucapannya akan bersih amalannya.

39. Barang siapa yang mengejar kedudukan akan celaka. Dan yang terkena penyakit ujub juga akan binasa.

40. Barang siapa yang berlaku mubazir dan boros maka akan dicabut nikmatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: