Imam Muhammad Jawad as.

1. Barang siapa yang berpegang teguh kepada Allah akan selalu berbahagia. Yang bertawakkal kepada Allah SWT akan merasa cukup Percaya dan berpegang teguh kepada Allah adalah benteng yang tidak berlindung di dalamnya kecuali seorang mukmin yang jujur. Dan berserah diri kepada Allah merupakan keselamatan dari segala kejahatan dan benteng dari para musuh. Agama adalah kemuliaan dan ilmu itu kekayaan. Diam adalah cahaya dan puncak dari zuhud adalah wara ( tidak rakus ), Tidak ada penghancur agama yang melebihi perbuatan bid’ah serta tidak ada perusak bagi seseorang yang melebihi sifat kerakusannya. Seorang pemimpin harus bisa menentramkan rakyatnya sedang doa penangkal dari segala musibah.

2. Barang siapa yang berharap sesuatu dari seorang fajir ( pendosa yang berdusta ) , maka siksa yang teringan baginya tidak akan mendapatkan sesuatu.

3. Allah mengwahyukan kepada seorang nabi-Nya : Bahwa kezuhudanmu dari dunia akan membawa ketenangn bagimu. Dan pemutus hubungan dengan semua makhluk ( atas segala keperluan ), selain dengan-Ku akajn membawa kemuliaan dan kejayaan bagimu. Akan tetapi sudahkah engkau memusuhi seorang musuh karena-Ku dan mencintai seorang wali juga karena-Ku.

4. Barang siapa yang menyaksikan suatu perkara kemudian mengingkarinya maka terhitung sama dengan yang tidak menyaksikannya. Dan barang siapa yang tidak menyaksikan suatu perkara lalu membenarkannya maka ia terhitung sama dengan orang yang menyaksikannya.

5. Andai orang yang bodoh diam, tentu manusia tidak akan berpecah-belah / berselisih.

6. Seseorang sudah dapat dinamakan pengkhianat, jika menjadi kaki tangan para pengkhianat.

7. Barang siapa yang condong kepada seorang pembicara maka dia telah menyembahnya. Jika pembicaraannya atas nama Allah ( sesuai perintah Allah ) maka ia telah menyembah-Nya. Dan jika si pembicara itu mewakili iblis, maka pendengarnya telah menyembah iblis.

8. Mengakhirkan taubat termasuk tipu daya syetan. Menunda-nunda ( pekerjaan baik ) adalah kebingungan. Menjadikan ( takdir ) Allah sebagai alasan ( pelanggaran-pelanggaran ) adalah kebinasaan. Terus menerus melakukan dosa akan menyebabkan merasa aman dari siksa Allah. Dan tidak merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

9.   Semakin besar nikmat Allah kepada seseorang, semakin besar kepentingan ( kebutuhan ) manusia kepada-Nya. Dan barang siapa yang tidak mampu menanggung pemberian bantuan itu berarti ia melebarkan jalan untuk sirnanya nikmat itu.

10. Empat perkara yang membantu manusia dalam beramal : Kesehatan, kekayaan, pengetahuan dan taufiq.

11. Sadarlah bahwa dirimu tidak pernah lepas dari pandangan Allah, maka dari itu perhatikanlah bagaimana perbuatanmu.

12. Pelaku kezaliman dan yang membantunya serta yang rela atasnya, sama-sama dalam kejelekan.

13. Barang siapa yang merasa telah cukup dengan Allah, maka manusia akan butuh kepadanya. Dan barang siapa yang takut kepada Allah, maka manusia akan mencintainya.

14. Balasan dari manusia akan didapatkan setelah mendapatkan balasan Allah. Demikian pula kerelaan manusia, akan didapatkan setelah kerelaan Allah.

15. Berpegang teguh kepada Allah SWT merupakan harga bagi setiap yang mahal serta kekayaan dan tangga untuk mencapai martabat yang tinggi.

16. Seseorang yang penjaminnya Allah tidak mungkin akan binasa. Dan seseorang yang penuntutnya Allah tidak akan selamat.

17. Kita tidak akan mendapatkan kecintaan dari Allah, kecuali dengan mendapat kebencian dari kebanyakan manusia.

18. Lemah lembut merupakan pakaian seorang yang alim ( pandai ), maka jangan sampai kalian tidak memakainya.

19. Para ulama sudah dapat dinamakan pengkhianat : ketika menyembunyikan suatu nasehat. Bila melihat orang kebingungan ( tersesat ) tidak menunjukinya ke jalan yang benar. Jika melihat seseorang yang mati jiwanya, tidak menghidupkannya.

20. Aku wasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Karena dalam ketakwaan tersimpan keselamatan dari kebangkrutan dan sekaligus merupakan harta simpanan untuk hari kiamat.Sesungguhnya Allah SWT menjaga hamba-Nya yang bertakwa dari bencana yang tidak di bayangkan oleh pikirannya serta akan menerangkan kebutaan dan kebodohannya. Dan dengan takwa itulah Nabi Nuh as. Dan para pengikutnya diselamatkan dalam perahu. Demikian juga Nabi Shaleh as. Dan para pengikutnya, di selamatkan dari sambaran petir karena takwa. Dan hanya dengan takwa inilah orang-orang yang sabar akan beruntung.

21. Hati-hatilah dari berteman dengan orang-orang yang berperangai jahat, karena dia laksana pedang yang indah di pandang namun jelek akibatnya.

22. Orang yang enggan menasehatimu ke jalan kebenaran karena menuruti kemauanmu, berarti telah memusuhimu.

23. Kemuliaan seorang mukmin ketika tidak bergantung kepada manusia.

24. Barang siapa yang beramal tanpa ilmu, maka kerusakannya lebih besar dari pada maslahatnya.

25. Barang siapa yang menuruti hawa nafsunya berarti telah memberikan tempat kepada musuhnya.

26. Seorang mukmin membutuhkan tiga perkara : petunjuk dari Allah dan teguran dari dirinya sendiri serta tidak enggan menerima nasehat dari siapapun.

27. Menjaga harga diri (dari meminta-minta) merupakan hiasan kefakiran. Bersyukur adalah hiasan kekayaan. Kesabaran adalah penghibur kala ditimpa musibah. Merendah hati (tawadhu) adalah hiasan kebangsawanan. Kefasihan adalah hiasan pembicaraan. Hafalan adalah hiasan periwayatan Tidak sombong merupakan hiasan ilmu. Kebaikan tingkah laku adalah hiasan akal. Wajah yang berseri-seri adalah hiasan kedermawanan. Tidak mengungkit-ungkit suatu kebaikan merupakan hiasan perbuatan baik. Khusyu adalah hiasan shalat. Menginfakkan sesuatu tanpa merasa berat merupakan hiasan qonaah dan meninggalkan sesuatu yang tidak berguna merupakan hiasan sikap wara.

28. Berhati-hatilah dalam segala sesuatu, tentu engkau akan berhasil atau hampir berhasil.

29. Teman-teman yang bisa dipercaya merupakan modal dari sebagian bagi sebagian yang lainnya.

30. Allah SWT tidak akan mengurangi karunia-Nya, kecuali jika hamba-Nya tidak mensyukurinya.

31. Pelaku kebaikan lebih membutuhkan kebaikan itu dari pada penerimanya, karena mereka akan mendapatkan pahala, kebanggaan, dan rasa senang. Dan tiada seorang melakukan kebaikan, melainkan ia memulai dari dirinya.

32. Tiga hal yang akan mengantar manusia menuju kerelaan Allah SWT : banyak beristighfar, berlemah lembut kepada selainnya dan banyak bersedekah. Dan ada tiga hal yang jika disandang seseorang tidak akan menyebabkan penyesalan : tidak terburu-buru, selalu meminta nasehat dan bertawakal kepada Allah SWT, setiap akan melakukan sesuatu

33. Barang siapa yang tidak mau menyesuaikan diri, maka akan di hadapkan dengan hal-hal yang tidak ia sukai.

34. Barang siapa yang belum mengetahui tentang apa yang harus dicari, maka dia tidak akan mengetahui dari mana sumber pencahariannya.

35. Barang siapa yang merasa tenang sebelum memperoleh ilmu/pengetahuan, maka ia telah menghantarkan dirinya pada kecelakaan dan akibat yang buruk.

36. Orang yang menuruti hawa nafsunya tidak dapat terhindar dari ketergelinciran.

37. Nikmat yang tidak disyukuri bagai kejelekan yang tidak diampuni.

38. Keselamatan merupakan sebaik-baiknya karunia.

39. Jangan mengurus sesuatu sebelum mengerti agar tidak menyesal dan jangan berangan-angan tentang sesuatu agar hatimu tidak keras serta kasihanilah orang yang lemah di antara kalian dan mohonlah rahmat Allah dengan merahmati mereka.

40. Ketahulah Allah itu Maha Berkah dan Maha Tinggi, Maha Lembut dan Maha mengetahui, marah-Nya hanyalah kepada orang yang tidak mau menerima kerelaan-Nya dan Ia mencegah pemberiannya kepada orang yang tidak mau menerima anugerah-Nya, sedang yang tersesat adalah yang tidak mengikuti petunjuknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: