Imam Ja’far Shadiq as

1. Bentuk kepemimpinan yang terlarang adalah kepemimpinan yang zalim ( aniaya ) beserta stafnya baik tingkat tinggi maupun tingkat rendah. Haram bekerja di bawah system mereka, mengushakan keperluan mereka. Pelakunya berdosa dan pantas mendapat siksa dari Allah, baik kecil atau besar yang ia sumbangkan. Karena segala sesuatu yang di tunjukan untuk membantu mereka termasuk dosa besar. Sebab kepemimpinan yang zalim akan menghapus yang haq dan menghidupkan kebatilan serta menampilkan kezaliman dan kerusakan juga pengabaian terhadap kewajiban-kewajiban, pembunuhan para nabi, dan kaum mukmin sekaligus merobohkan masjid dan merubah ketentuan Allah dalam syariat-Nya. Karena itulah bekerja dan membantu mereka di haramkan kecuali dalam keadaan terpaksa seperti keterpaksaan memakan darah dan bangkai.

2. Sesungguhnya pengenalan terhadap Allah SWT merupakan penenang dari segala ketakutan, teman dalam kesendirian, cahaya dalam setiap kegelapan, kekuatan dari setiap kelemahan, dan ( obat ) kesembuhan dari setiap kesakitan.

3. Diriwayatkan dari Umar bin Handalah ia berkata : Aku bertanya kepada Abi Abdillah as. Tentang dua orang yang berselisih dalam hutang dan warisan, lalu ke duanya meminta hukum dari sultan dan hakim. Bolehkah hal yang demikian ? Imam menjawab : Barang siapa yang meminta hukum dari mereka , baik dalam perkara yang haq maupun yang bathil maka sebenarnya telah meminta hukum kepada thaghut. Dan uang yang ia dapatkan dari fatwanya semuanya haram. Walaupun benar milik dia, namun ia mendapatkannya melalui hukum thagut, sedang Allah memerintahkan untuk mengkufurinya Allah SWT berfirman : “ Mereka ingin bertahkim kepada thagut padahal telah diperintah untuk mengkufurinya “. Aku bertanya : Lalu apa yang harus di perbuat ke duanya ? Beliau menjawab : Kalian berdua harus mencari orang alim yang meriwayatkan sabda-sabda kami dan mengetahui halal dan haram yang kami anjurkan serta menguasai ketentuan hukum dari kami , maka angkatlah dia sebagai hakim ( dalam persengketaan kalian ) karena aku telah menjadikannya sebagai hakim atas kalian.

4. Hakim itu ada empat : yang tiga di neraka sedang yang satu di sorga. Yang mengadili dengan zalim (tidak adil), ia masuk neraka. Yang mengadili dengan zalim tanpa pengetahuan ia juga masuk neraka. Yang benar dalam mengadili , namun tidak tahu akan kebenarannya juga di neraka. Sedang yang masuk sorga yaitu yang mengadili dengan kebenaran dan ia tahu kebenaran itu.

5. Barang siapa yang melihat saudaranya berbuat kejelekan lalu dia tidak mencegahnya padahal dia mampu melakukannya maka berarti dia telah menghianati saudaranya.

6. Tiga perkara yang akan menemani seseorang setelah kematiannya, shadaqah yang Allah beri pahala sejak masa hidup hingga matinya, petunjuk yang bermanfaat untuk selainnya dan anak shaleh yang mendo’akannya.

7. Hak seorang muslim kepada muslim lainnya yaitu mengucapkan salam ketika berjumpa dengannya. Dan menjenguknya di kala sakit. Serta menyebut kebaikannya di saat tidak ada . Dan menjawab yarhamukumullah apabila saudaranya bersin. Serta memenuhi panggilannya dan mengantar jenazahnya ketika mati.

8. Sesama mukmin adalah bersaudara.Mereka laksana badan yang satu, yang jika sebagian anggota tubuhnya terkena sakit maka rasa sakitnya akan dirasakan seluruh tubuhnya. Ruh keduanya berasal dari ruh yang satu. Dan hubungan ruh orang mukmin dengan ruh Allah, lebih dekat dari hubungan matahari dengan sinarnya.

9. Hak seorang muslim atas muslim lainnya adalah : Hendaknya dia tidak merasa kenyang saat saudaranya kelaparan, tidak merasa puas ( dari minum ) saat saudaranya kehausan, dan hendaknya tidak berpakaian ( secara berlebihan ) , sementara saudaranya dalam keadaan telanjang. Alangkah besarnya hak muslim atas muslim lainnya. Lalu beliau melanjutkan pembicaraannya : “Perlakukanlah saudara seagamamu dengan sesuatu yang kau suka jika hal itu dilakukan padamu “.

10. Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bersaudara, ia ( bagaikan ) mata dan kompas penunjuknya, tidak menghianatinya, tidak menzaliminya, tidak menipunya dan tidak juga menjanjikan sesuatu, kemudian tidak menepatinya.

11. Paling rendahnya sesuatu yang bisa menyebabkan seseorang keluar dari keimanan adalah bantuan yang diberikan kepada saudaranya yang seagama untuk di ungkit di kemudian hari saat ia dalam kesulitan dan kesusahan.

12. Barang siapa yang zuhud terhadap dunia maka Allah akan menumbuhkan hikmah di dalam hatinya dan akan melancarkan lisannya untuk mengucapkannya juga akan menampakkan kepadanya cela dunia ini, penyakit dan obatnya dan dia akan di keluarkan dari alam dunia menuju akhirat dalam keadaan selamat.

13. Manusia kelak akan berjalan di atas sirat ( jalan di akhirat ) dengan cara bermacam-macam. Dan Sirat itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Ada yang berjalan dengan merangkak dan ada yang berjalan biasa serta ada juga yang bergelantungan. Kemudian neraka menyambar sebagian dan meninggalkan sebagian lainnya.

14. Kebiasaan orang yang bodoh yaitu menjawab sebelum mendengar, berdebat sebelum memahami permasalahaan dan menghukumi sesuatu yang tidak di ketahuinya.

15. Orang yang beramal tanpa pengetahuan laksana orang yang berjalan bukan pada jalannya. Maka kecepatan perjalanannya tidak berarti apa-apa, bahkan akan menambah jauhnya dari tujuan.

16. Saudara yang paling kucintai adalah yang memberitahykan kekuranganku ( aibku ) kepadaku.

17. Jadilah penganjur kebaikan bagi manusia, bukan hanya dengan perkataan namun dengan kesungguhan ( dalam ibadah ), kejujuran serta wara ( tidak rakus kepada dunia ).

18. Barang siapa yang kikir berarti dia mengumpulkan harta untuk selainnya, yang menuruti hawa nafsunya berarti menuruti kemauan musuhnya, yang berpegang teguh kepada Allah, akan di cukupi kepeluan dunia dan akhiratnya, serta akan dijaga segala miliknya di saat dia tidak ada. Amat lemah orang yang tidak sabar terhadap setiap bencana, dan tidak bersyukur saat mendapat nikmat dan tidak tenang di setiap kesulitan. Sabarlah di setiap bencana yang menimpa anakmu, hartamu, bahkan yang menimpamu. Karena Allah hanya akan mencabut sesuatu yang dipinjamkan-Nya dan mengambil pemberiaan-Nya, semata-mata untuk menguji kesabaranmu dan rasa syukurmu.Maka berharaplah rahmat Allah agar menjauhkan dirimu dari maksiat dan takutlah kepada-Nya dengan takut yang tidak membuatmu putus asa dari rahmat-Nya, jangan tertipu dengan ucapan dan pujian orang bodoh yang membuatmu bangga dengan amalanmu, karena semulia-mulianya amal adalah ibadah dan merendah. Dan jangan kau sia-siakan hartamu untuk memperbaiki harta selainmu, yaitu harta yang akan kamu tinggalkan Puaslah dengan apa yang Allah berikan kepadamu dan jangan memandang kecuali kepada apa yang menjadi milikmu serta jangan berangan-angan atas sesuatu yang tidak bisa kau miliki, karena yang merasa cukup, akan puas dan siapa yang selalu merasa kurang , tidak akan pernah merasakan kepuasan. Ambilah bagianmu dari akhiratmu.

19. Sudah selayaknya bagi si mukmin mempunyai delapan karakter : Tenang saat ada guncangan ( kekacauan ) , Sabar ketika ada bencana, Bersyukur di kala mendapat kebahagiaan, Puas dengan rizki Allah, Tidak menganiaya musuh, Tidak menekan temannya. Berusaha menutupi keperluan temannya. Manusia merasa aman dari tingkah lakunya.

20. Allah mengampuni tujuh puluh dosa dari orang yang bodoh sebelum mengampuni satu dosa dari orang yang alim.

21. Jangan sombong dikala kaya dan jangan cemas saat fakir serta jangan keras hati sehingga manusia enggan mendekatimu. Juga jangan menjadi orang yang lemah agar tidak di remehkan oleh yang mengenalmu dan jangan suka melihat siapa yang diatasmu atau mencela orang yang berada di bawahmu. Jangan merebut sesuatu dari pemiliknya dan jangan mengikuti orang yang dungu. Serta jangan mau hidup dalam kehinaan di hadapan siapapun. Jangan bersandar kepada bantuan seseorang dan renungkanlah setiap sesuatu sehingga kau mengetahui dengan baik, sebelum dirimu terperosok dan menyesal Jadikanlah hatimu teman dekat yang bersekutu denganmu. Dan jadikanlah amalanmu laksana ayahmu yang selalu kau ikuti. Jadikanlah nafsumu sebagai musuh yang harus kau perangi dan barang pinjaman yang harus kau kembalikan. Karena itu jadilah dokter untuk dirimu sendiri dan ketahuilah tanda tanda kesehatan yang diterangkan padamu serta macam-macam penyakit dan obatnya. Maka lihatlah apa yang kau perbuat untuk dirimu.

22. Barang siapa bingung bukan karena memikirkan pelepasan dari azab Allah, maka ia telah menyepelekan sesuatu yang agung dan mencari sesuatu yang tidak ada harganya. Dan barang siapa yang menipu saudaranya, meremehkannya dan memusuhinya maka Allah SWT akanmenjadikan neraka sebagai tempatnya. Dan barang siapa yang menghasut terhadap mukmin yang lain maka imannya akan hilang dari hatinya, laksana garam yang di letakkan di air.

23. Janganlah kau bersedekah di hadapan khalayak karena mencari pujian dari manusia. Sebab jika kamu lakukan itu berarti kamu telah mengambil balasan dari mereka. Akan tetapi bersedekahlah yang seandainya tangan kananmu yang memberikan maka tangan kirimu tidak mengetahuinya. Ketahuilah bahwa dzat yang bersedekah karena-Nya secara rahasia, akan membalasmu terang-terangan di hadapan jutaan orang pada hari yang tidak lagi berguna pujian manusia.

24. Salah satu nasihat Luqman kepada anaknya : Wahai anakku ! Janganlah kau terburu-buru dalam ( menyelesaikan ) segala urusanmu.Dan sabarlah dalam menanggung beban saudara-saudaramu. Jika engkau ingin memiliki kemuliaan dunia ini, maka janganlah rakus terhadap apa yang ada pada manusia. Karena para nabi, shiddiqin mencapai martabat yang tinggi setelah menghilangkan sifat rakus mereka.

25. Wajib bagi muslim yang mengenal hak-hak kami ( Ahlul Bait ) untuk mengintropeksi amalnya setiap hari. Jika ia melihat amal yang baik, maka terus menambahnya, dan apabila terdapat dosa maka segera bertaubat, sehingga tidak menyesal di hari kemudian nanti.

26. Barang siapa menggauli manusia dengan tidak menganiaya mereka, tidak membohonginya, jika berbicara dan jika berjanji tidak mengingkarinya, maka ia haram bagi kita membicarakan kejelekannya ( diguncing ), sempurna kehormatannya, tampak keshalihannya dan wajib bagi kita untuk menjadikannya sebagai saudara.

27. Hari itu ada tiga : Hari yang berlalu dan tidak akan terulang lagi, Hari ini maka carilah keuntungan darinya, dan hari esok yang masih merupakan angan-angan.

28. Wahai Ibnu Jundub ! Celakalah orang yang hanya bersandar kepada amalnya. Dan tidak akan selamat orang yang berani menerjang dosa yang hanya mengandalkan rahmat Allah SWT. Lalu aku bertanya : Siapa yang akan selamat ? imam menjawab : Yaitu orang yang hidup di antara harapan dan ketakutan. Yang seakan-akan hati mereka berada dikukunya burung, dalam keadaan rindu akan pahala serta takut akan siksa.

29. Perbuatan makruf itu baik sekali dan tidak ada yang lebih baik darinya kecuali pahalanya. Perbuatan makruf itu semata-mata karunia Allah atas hamba-Nya. Dan tidak semua orang yang cinta berbuat baik kepada manusia, mampu melakukannya. Serta tidak semua orang yang mampu melakukannya dapat melakukannya. Dan jika Allah SWT memberi anugerah pada hamba-Nya, Allah akan satukan padanya keinginan untuk berbuat baik juga akan di berikan kemampuan serta izin untuk melakukannya. Dengan itu sempurnalah kebahagian dan kemulyaan hambanya serta sempurnalah nikmat yang Allah berikan padanya.

30. Seseorang yang berjalan demi memenuhi kepentingan saudaranya, pahalanya bagai orang yang melaksanakan sa’i antara shofa dan marwah. Dan barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya laksana seorang yang menumpahkan darahnya dalam jihad fi sabilillah di perang Badar dan Uhud.

31. Allah memberikan berbagai nikmat kepada suatu kaum yang apabila tidak disyukuri maka ia akan berubah menjadi bencana. Dan apabila Allah menguji suatu kaum dengan bermacam musibah, tetapi apabila mereka sabar maka musibah-musibah itu akan berubah menjadi kenikmatan.

32. Perbuatan maksiat jika dilakukan oleh seorang hamba secara sembunyi maka akibatnya hanya akan dirasakan oleh dirinya sendiri. Namun jika dilakukan secara terang-terangan sedang yang lain tidak berusaha untuk mencegahnya maka bahayanya akan menimpa seluruh orang.

33. Sifat kesombongan yang ada pada seseorang hanya akan menambah kehinaan bagi penyandangnya.

34. Berbaktilah kepada kedua orang tuamu agar anak-anakmu berbakti kepadamu. Dan jagalah dirimu dari serong terhadap wanita ( istri ) orang, niscaya istri-istri kalian menjaga harga diri mereka.

35. Sambunglah tali kefamilian dari saudaramu yang memutuskannya. Berilah hadiah orang yang tidak pernah memberimu, berbuat baiklah kepada orang yang berbuat jelek kepadamu. Salamilah orang yang mencacimu, berbuatlah adil kepada orang yang memusuhimu, dan maafkanlah orang yang berbuat aniaya kepadamu. Sebagaiman engkau ingin untuk dimaafkan, contohlah pengampunan yang Allah berikan kepadamu. Tidakkah engkau melihat, matahari-Nya menyinari orang yang baik maupun orang yang jahat. Begitu juga hujan turun atas orang yang baik serta pendosa.

36. Hati-hatilah dari tiga orang : pengkhianat, penganiaya dan yang suka memfitnah ( mengadu domba ). Orang yang berkhianat untukmu. Disuatu saat akan mengkhianatimu.. Orang yang menganiaya orang lain demi dirimu, kelak akan menganiayamu. Dan yang suka memfitnah orang lain di hadapanmu, suatu saat juga akan memfitnahmu.

37. Pada hari kiamat nanti Allah akan membangkitkan orang yang alim dan orang yang ahli ibadah. Setelah keduanya berada di hadapan Allah, kemudian Allah berfirman kepada yang ahli ibadah : “Masuklah engkau kedalam surga.”. Kemudian Allah berfirman kepada orang alim : Berdirilah dan syafaatilah manusia yang ingin engkau beri syafaat sebagai balasan pendidikan baik yang kau berikan kepada mereka.

38. Dua rakaat yang dilaksanakan oleh orang yang sudah beristri ( kawin ) lebih baik dari pada tujuh puluh rakaat yang dilaksanakan oleh orang yang tidak beristri.

39. Seseorang yang bekerja keras demi menghidupi keluarganya laksana pejuang di jalan Allah.

40. Seseorang yang meremehkan kewajiban shalatnya tidak akan mendapatkan syafaat kami ( Ahlul Bait ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: